Contoh Perhitungan Bonus

    

Contoh Perhitungan Pajak Bonus

 

 

Disini kita akan membahas contoh perhitungan gaji dimana pembahasan ini melanjutkan pembahasan sebelum-nya

Yaitu mencari nilai pph21 untuk penggajian dengan sistem gross, Akan tetapi kali ini kita akan menambahkan nilai bonus

Di bulan februari untuk si Amin, bagaimanakan perhitungan pajak-nya.

Data Bulan Januari :

Si Amin  bekerja di kantor PT ABC dengan Status Pegawai = Kawin dan punya anak 2

 mendapatkan gaji

·          Gaji Pokok = 10.000.000,-/bulan

·          Tunjangan Makan = 600.000,-/bulan

·          Jamsostek (JKK 0,24%),(JKM 0,3%),(JHT 2% -pegawai 3,7% perusahaan)

 

Data Bulan Februari :

Si Amin  bekerja di kantor PT ABC dengan Status Pegawai = Kawin dan punya anak 2

 mendapatkan gaji

·          Gaji Pokok = 10.000.000,-/bulan

·          Tunjangan Makan = 600.000,-/bulan

·          Jamsostek (JKK 0,24%),(JKM 0,3%),(JHT 2% -pegawai 3,7% perusahaan)

·          Bonus sebesar 12.000.000,

 

Informasi Perhitungan Sebelum-nya

Lihat sample perhitungan pegawai tetap(1)

 

Gross Income Januari : 10.654.000,-

Pajak Pph21 : 828.933

Take Home pay : 9.571.067

 

 

Issue :

1.     Berapakah pajak bonus untuk 12.000.000,- yang didapat?

2.     Bila Pajak bonus ditanggung perusahaan bisa gak ? dan berapa nilai pajak-nya?

 

Untuk itu nanti kita akan memberikan 2 contoh perhitungan dimana pajak bonus ditanggung oleh karyawan

Dan satu lagi ditanggung perusahaan atau menggunakan metode pajak(mix). Campur sari ..

 

1.     Untuk menghitung Gaji Bulan februari (pajak bonus ditanggung sendiri)

 

SLIP GJI – Feb 09

PT.ABC

NIP        

: N001   

Cabang

: Jakarta

Nama

: Amin

Status    

: K2

Departemen

: Akunting

Bank      

:BCA- 03588776756

PENDAPATAN

POTONGAN

Gaji Pokok

10.000.000,-

JHT(2%)

200.000,-

Tunj Makan

600.000,-

Jams(JKK+JKM)

54.000,-

Jams(JKK+JKM

54.000,-

Pajak PPh21

2.628.934,-

Bonus

12.000.000,-

 

 

 

—————-

 

—————-

Total Pendapatan

22.654.000,-

Total Potongan

2.882.934,-

 

TAKE HOME PAY :      19.771.066,-

 

 

Detail Perhitungan Pajak

Regular Income

 

 

Iregular Income

 

 

Gross Income (Year to date)

21.308.000,-

(a)

Regular Yearly net Income

119.448.000,-

(l)

Ocupation Support

(1.000.000),-

(b)

Iregular Income(Yeartodate)

12.000.000,-

(m)

JHT (Year to date)

(400.000,-)

(c)

Ocupation Support

0,-

(n)

 

   —————

 

PTKP

(19.800.000),-

(0)

Income (year to date)

19.908.000,-

(d)

 

—————–

 

Estimate Yearly Income

119.448.000,-

(e)

Net Taxable Income

111.648.000,-

(p)

PTKP

(19.800.000),-

(f)

 

 

 

 

—————–

 

 

 

 

Taxable Income

99.648.000,-

(g)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Detail Tax calculation

 

 

Detail Tax calculation

 

 

50.000.000,- * 5%   = 2.500.000,-

49.648.000,- * 15% = 7.447.200,-

                                       ————–

                                        9.947.200,-

 

50.000.000,- * 5%   = 2.500.000,-

61.648.000,- * 15% = 9.247.200,-   

                                        ————–             

                                       11.747.200,-                                                                                                                      

 

 

 

 

 

 

 

Yearly Tax Income

9.947.200,-

(h)

Total yearly Tax Income

11.747.200,-

(q)

Tax Pph21 (year to date)

828.933,-

(I)

Regular Tax Income

9.947.200,-

(r)

Tax Already Paid

0,-

(J)

 

——————-

 

 

——————-

 

Iregular Tax Income

1.800.000,-

(s)

Tax Pph Must Be paid

828.933,-

(k)

Tax Already Paid

0,-

(t)

 

 

 

 

——————–

 

 

 

 

Tax Pph21 Must be Paid

1.800.000,-

(u)

 

Catatan : terlihat pajak bonus sebesar Rp 1.800.000,- dan pajak gaji sebersar Rp. 828.933,- yang relatif sama dengan bulan sebelum-nya.

 

Keterangan :

(a)    = Total Pendapatan si amin s/d bulan januari

(b)    = Biaya jabatan sebesar 5% dari baris (a) hanya dibatasi sebesar 500.000,- per bulan

(c)    = Total nilai JHT s/d fberuari (atau sebesar 2% dari total gaji pokok s/d feb)

(d)   = Mencari nilai pendapatan yang akan dikenakan pajak

(e)    = Disetahunkan dengan cara (d) x 12/2

(f)     = PTKP untuk status K2 (kawin punya anak 2)

(g)   = Pendapatan bersih setahun yang akan dikenakan pajak

(h)   = Total Pajak 1 tahun

(i)     = Pajak s/d februari dicari dengan cara (h) x 2/ 12

(j)     = Pajak yang sudah disetor di bulan  Januari

(k)    = Pajak yang harus dibayar di bulan februari    

 

 

2.     Untuk menghitung Gaji Bulan februari (pajak bonus ditanggung perusahaan)

 

 

 

SLIP GJI – Feb 09

PT.ABC

NIP        

: N001   

Cabang

: Jakarta

Nama

: Amin

Status    

: K2

Departemen

: Akunting

Bank      

:BCA- 03588776756

PENDAPATAN

POTONGAN

Gaji Pokok

10.000.000,-

JHT(2%)

200.000,-

Tunj Makan

600.000,-

Jams(JKK+JKM)

54.000,-

Jams(JKK+JKM

54.000,-

Pajak PPh21

2.946.484,-

Bonus

12.000.000,-

 

 

Tunj Pajak bonus

2.117.550,-

 

 

 

—————-

 

—————-

Total Pendapatan

24.771.550,-

Total Potongan

3.200.484,-

 

TAKE HOME PAY :      21.571.066,-

 

Detail perhitungan pajak

Regular Income

 

 

Iregular Income

 

 

Gross Income (Year to date)

21.308.000,-

(a)

Regular Yearly net Income

119.448.000,-

(l)

Ocupation Support

(1.000.000),-

(b)

Iregular Income(Yeartodate)

14.117.550,-

(m)

JHT (Year to date)

(400.000,-)

(c)

Ocupation Support

0,-

(n)

 

   —————

 

PTKP

(19.800.000),-

(0)

Income (year to date)

19.908.000,-

(d)

 

—————–

 

Estimate Yearly Income

119.448.000,-

(e)

Net Taxable Income

113.765.000,-

(p)

PTKP

(19.800.000),-

(f)

 

 

 

 

—————–

 

 

 

 

Taxable Income

99.648.000,-

(g)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Detail Tax calculation

 

 

Detail Tax calculation

 

 

50.000.000,- * 5%   = 2.500.000,-

49.648.000,- * 15% = 7.447.200,-

                                       ————–

                                        9.947.200,-

 

50.000.000,- * 5%   = 2.500.000,-

63.765.000,- * 15% = 9.564.750,-   

                                        ————–             

                                       12.064.750,-                                                                                                                      

 

 

 

 

 

 

 

Yearly Tax Income

9.947.200,-

(h)

Total yearly Tax Income

12.064.750,-

(q)

Tax Pph21 (year to date)

828.933,-

(I)

Regular Tax Income

9.947.200,-

(r)

Tax Already Paid

0,-

(J)

 

——————-

 

 

——————-

 

Iregular Tax Income

2.117.550,-

(s)

Tax Pph Must Be paid

828.933,-

(k)

Tax Already Paid

0,-

(t)

 

 

 

 

—————–

 

 

 

 

Tax Pph21 Must be Paid

2.117.550,-

(u)

 

Catatan : terlihat pajak bonus sebesar Rp 2.117.550,- dan pajak gaji sebersar Rp. 828.933,- yang relatif sama dengan bulan sebelum-nya.

 

Kenapa pajak bonus lebih besar jika pajak-nya ditanggung perusahaan, ini disebabkan terdapat nilai tunjangan pajak yang dihitung kembali menjadi pendapatan si pegawai.

 

Pada kolom (m) nilai ireguler atau bonus sudah ditambahkan dengan nilai tunjangan pajak-nya yaitu 12.000.000 + 2.117.550 = 14.117.550

 

 

About these ads

Tag:

3 Tanggapan to “Contoh Perhitungan Bonus”

  1. Erick Says:

    Selamat siang Pak,

    Terima kasih atas penjelasan bagaimana cara menghitung pajak secara mix.

    Yang ingin saya tanyakan bagaimana saya bisa mendapatkan nilai 2.117.550 seperti pada contoh bapak tersebut.

    Dari yang saya tangkap dari contoh tersebut hanya disebutkan bahwa kenapa nilai tersebut besar adalah karena di Gross-up.

    apakah caranya sebagai berikut:
    dilihat dari Detail Tax Calculation maka tarif tertinggi adalah 15%
    maka Nilai Gross-up dari Rp. 12.000.000,- adalah 12.000.000 / 0.85 =
    14.117.647 (rounding ke 14.117.550).

    Maka Nilai Pajak untuk Bonus adalah 14.117.550 – 12.000.000 = 2.117.550

    apakah benar begitu? atau bapak bisa memberikan contoh yg lebih jelas.

    Sekian dulu pertanyaan dari saya, ditunggu jawabannya Pak.

    Terima Kasih.

  2. pph21 Says:

    Bapak erik,

    untuk menjawab pertanyaan bapak saya menggunakan ilustrasi sederhana mengenai perhitungan pajak mix.
    secara prinsip bila pegawai tersebut mempunyai gaji gross seperti terlihat pada contoh bulan 1
    dimana gajinya relatif sama dengan bulan 2 . dan yang membedakan hanya bonus
    maka pada bulan februari perusahaan menanggung pajak sebesar 2.117.550
    itu sebenarnya didapat dari cara perhitungan manual seperti ini :

    langkah 1 : hitung dulu total pajak di bulan februari termasuk bonus. ( tidak di gross up)
    langkah 2 : hitung pajak bila si pegawai tidak mendapatkan bonus
    langkah 3 : nilai pajak yang diberikan adlah bisa dibilang selisih-nya dan intinya jangan sampai si pegawai menanggung
    beban pajak dari bonus tersebut..karena cara si pegawai membuktikan akan seperti ini.
    dasarnya : bila informasi pajak di bulan feb total dengan pajak bonus adalah : 2.946.484 dan pajak bonus yg ditanggung oleh perusahaan
    sebesar 2.117.550 maka si pegawai benar tidak menanggung pajak-nya karena bila seandainya di febrauari tidak ada bonus maka pajaknya
    akan tetap sebesar 828.933 seperti bulan 1 .

    catatan :
    untuk menghitung pajak bonus tersebut kita menggunakan itrasi pak dan nanti terdapat kesulitan bila range pajak berubah.
    maka nilai terbut akan otomatis ke adjust supaya pegawai tetap tidak membayar pajak yg harusnya bukan tanggungan-nya.
    biasanya konsultan pajak sekalipun susah untuk menghitung nilai ini bila tidak diakhir tahun..karena harus pake bantuan excell atau
    software.

    demikian jawan saya dan bila bapak punya contoh sendiri bisa di sampaikan saja.

  3. Erick Says:

    Selamat siang Pak,

    Terima kasih atas penjelasan nya.

    Ada satu hal lagi yg ingin saya tanyakan pak.

    Bagaimana cara untuk mengatasi/menghindari kurang potong atau lebih potong pph 21 ke karyawan untuk pajak atas bonus atau THR.

    Karena perbedaan tarif pada saat menghitung pajak THR/BONUS dengan SPT pada akhir tahun.

    Asumsi status T/K, JKM 1.74%
    Gaji : 5.000.000
    Tunjangan tidak tetap:
    Mei 600.000,
    Sept 2.850.000,
    Dec 2.850.000

    Bonus: 7.500.000 bulan April sudah dipotong Rp. 356.250,-
    THR: 4.400.000 bulan Sept dihitung dengan menggunakan gaji Agustus karena THR di bayar sebelum Gaji September. menurut perhitungan PPh 21 atas THR adalah Rp.508.700,-

    setelah saya hitung sampai akhir tahun dengan asumsi gaji tidak berubah dan tunjangan tidak tetap seperti disebutkan di atas, terjadi kurang potong 541.500 pada akhir tahun.

    Mohon bantuan nya Pak.

    Terima Kasih.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: